Tips Aman Vaksin Antikanker Serviks


Vaksin ServiksSejak diluncurkan pada 29 juni 2006, vaksinasi Human Papillona Virus (HPV) diperlakukan bak primadona hampir di seluruh dunia.

Kehadirannya dianggap sebagai malaikat penyelamat yang dipercaya mampu menghindarkan kaum perempuan dari sang pembunuh, yakni kanker leher rahim (serviks).

Beberapa negara di dunia bahkan menyebutnya secara istimewa dengan menjadikan vaksinasi HPV sebagai program pemerintah. Sasaran utamanya adalah anak-anak dan remaja usia 9-25 tahun atau yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Ini bertujuan agar kelak saat mereka aktif secara seksual, tubuhnya sudah terlindungi.

Namun beberapa penelitian menunjukkan vaksinasi pada perempuan yang telah terinfeksi tipe 16 dan 18 terhitung tidak efektif terlindungi jika pemberiannya tidak melalui prosedur yang berlaku dan aman, misalnya tetap melakukan pap smear atau IVA secara teratur pasca vaksinasi.

Nah, agar benar-benar aman dan efektif, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut sebelum vaksin.

Tes pap smear atau IVA
Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia menyarankan ada hasil tes pap smear atau IVA sebelum vaksinasi. Bila hasil tes negatif atai tidak ditemukan sel-sel yang abnormal, vaksinasi bisa diberikan. Sementara perempuan yang belum pernah menikah cukup melakukan konseling pada dokter.

Jangan vaksin, bila hamil
Vaksinasi tidak boleh diberikan pada wanita hamil dan belum direkomendasikan pada ibu menyusui.  Pada ibu hamil, vaksinasi dapat diberikan setelah persalinan.

Sementara perempuan yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitif dengan komponen vaksin, perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter. Seperti vaksin yang lain, vaksin HPV pun sebaliknya dilakukan saat tubuh berada dalam kondisi prima.

Amati reaksi
Konsultan onkologi ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Laila Nuranna PhD menjelaskan efek samping vaksin yang wajar adalah rasa pegal di area yang disuntik.

“Itu bukan efek dari vaksinnya, melainkan lebih disebabkan oleh adjuvant di dalamnya. Agar reaksi vaksin bisa diamati, setelah divaksin, pasien disarankan tidak langsung berdiri, tetapi duduk selama 15 menit terlebih dahulu. Hal ini juga bermanfaat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Laila.

Patuhi jadwal
Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dalam satu seri, yaitu bulan ke 0 (saat pertama kali suntik), bulan pertama dan bulan keenam. Tujuannya agar vaksin mampu mengenali si virus, bila sewaktu-waktu tubuh kita terinfeksi. Daya tahan vaksin bivalen mencapai lima bulan, sementara kuadrivalen sekitar 36 bulan.

Source: Inilah dot com

Diperhatikan ya 😀

Iklan

Tentang b4r12y

simple guys
Pos ini dipublikasikan di Belajar membuat, Berita Pilihan, DigiLife, Hasil Penelitian, ML, Rahasia Wanita, Seks, Seksual, Tips Berkeluarga, Tips Kesehatan, Tips Orang Tua dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s